Tegalrejo-MTs Syubbanul Wathon adakan ekstrakurikuler baru, yakni Pencak Silat. Latihan perdana yang diikuti oleh santri angkatan Alyan dan Barizan ini diselenggarakan pada Jumat (14/1) di GOR Bumi Manunggal. Para santri dilatih langsung oleh pelatih perguruan Silat Pagar Nusa.

Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa menjadi altenatif fasilitas olahraga yang dipilih MTs Syubbanul Wathon. PSNU Pagar Nusa merupakan salah satu peguruan pencak silat di bawah naungan NU yang diinisiasi oleh kyai-kyai Nahdlatul Ulama’ seluruh nusantara.

Melalui kegiatan pencak silat ini, selain berolahraga siswa juga akan belajar untuk mengendalikan sekaligus mengelola emosi. Tujuannya tidak lain untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan para santri, meningkatkan prestasi, menyalurkan minat, dan bakat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.

“Membentuk karakter santri agar mempunyai jiwa dan mental yang kuat, mempunyai tanggung jawab, untuk menjaga diri, serta menstimulus para santri untuk menyelesaikan masalah dengan pikiran yang jernih, hati yang sabar, tidak gegabah mengambil kesimpulan dengan penuh pertimbangan dan pertanggungjawaban,” Jelas Waka Kesiswaan, Ahmad Jamari, S.Pd. I.

“Melatih mental santri, sebagai wadah menyalurkan bakat-bakat yang dimiliki para santri MTs. Pencak silat ini juga merupakan pilihan yang diinginkan para santri, barangkali dengan ini akan tampak bibit-bibit unggul yang akan diikutkan kejuaraan-kejuaaraan pencak silat baik di tingkat daeah maupun nasional,” tambah Tri Hermawan B, S.Pd, staff Waka Kesiswaan.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan inti dari proses pendidikan di sekolah. Terciptanya tujuan kurikuler berarti terciptanya perilaku dan pola kemampuan serta keterampilan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu lembaga pendidikan.

Ekstrakurikuler pencak silat ini disambut hangat oleh para santri MTs Syubbanul Wathon. Hal tersebut tampak pada antusias dan semangat mereka pada latihan perdana sore ini. Para santri pun beharap kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan.

“Seru banget, meskipun capek tapi tetep senang,” tandas Syahwa, santri Barizan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *