Oleh: Naily Syarifah, S.Pd

Hari Pahlawan merupakan hari nasional yang ditetapkan untuk memperingati Pertempuran Surabaya pada tahun 1945. Hari dimana para pahlawan mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari Pahlawan yang selalu kita peringati hendaknya jangan hanya mengedepankan seremoni belaka, tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesannkan para pahlawan. Sungguh sangat ironi bila memeringati Hari Pahlawan tanpa mengambil tauladan dari nilai-nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.[1]

Apabila dahulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata dan menaruhkan nyawanya, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa seperti bencana alam, kebodohan, kemiskinan, narkoba, dan permasalahan yang baru masuk ke Indonesia pada awal tahun 2020, covid-19. Perjuangan para pahlawan semestinya dapat memotivasi dan menginspirasi generasinya untuk meneruskan perjuangan mereka yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi tanah air Indonesia.

Karakteristik pahlawan yaitu pemberani, jujur, dan rela melakukan apapun demi kesejahteraan masyarakat. Jiwa kepahlawanan seyogyanya menjadi warisan dari para pahlawan yang kita hidupkan sampai kapanpun. Setiap orang harus menjadi pahlawan, minimal  menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan keluarga yang berdampingan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan kualitas diri setiap harinya. Setidaknya kita rela berjuang dan berkorban untuk mengembangkan diri sesuai dengan bidang masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang tepat.

Peringatan Hari Pahlawan baiknya dijadikan momentum menghadirkan kembali ruh kepahlawanan dalam diri. Di era yang serba maju ini, yang pertama harus diperangi adalah diri sendiri.Berjuang melawan kemalasan, kebodohan dan acuh tak acuh terhadap sekitar. Perlu diingat bahwa kemerdekaan Indonesia didapat bukan hasil dari pemberian negara lain. Akan tetapi hasil jerih payah para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya. Penjajah memang sudah tidak ada lagi, namun model lain dari penjajahan sudah menjadi persoalan yang harus diperangi.

Indonesia di tengah wabah covid-19 ini sedang membutuhkan banyak pahlawan yakni pahlawan untuk mewujudkan  Indonesia yang saling bergotong- royong, bekerja sama, damai, patuh dan taat protokol kesehatan, mengikuti anjuran pemerintah yaitu di rumah saja jika tidak berkepentingan.

Pandemi covid-19 menjadi masa sulit untuk semua kalangan. Dampak dari adanya virus ini merambah ke hampir semua sektor, khususnya pendidikan dan ekonomi.Oleh karena itu, pemuda baiknya memaknai hari pahlawan sebagai hari bangkitnya semangat pengorbanan atas kepentingan diri sendiri dan sekitar menjadi yang lebih baik. Generasi muda sekarang harus berani melawan keterbelakangan, kemiskinan termasuk dampak covid-19. Bagi pelajar, meskipun pembelajaran masih daring via online harus tetap dilaksanakan dengan baik. Tetap belajar dan mengerjakan tugas. Yang bekerja pun meski WFH tetap menjalankan tugas dengan baik. Mematuhi aturan pemerintah, rajin mencuci tangan, memakai masker dan berjarak dengan orang lain. Tetap berdiam diri di rumah selagi tidak memiliki kepentingan yang mendesak dan taat protokol kesehatan adalah cara paling bijak menggalakkan ruh kepahlawanan di era pandemi covid-19. Jika semangat juang para pahlawan yang telah gugur dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka peringatan hari pahlawan tidak hanya menjadi seremoni dan akan lebih bermakna. Karena,  perubahan  menuju  kesejahteraan  tidak  akan  dapat  diraih  dengan  hanya berdiam diri, tetapi bagaimana perubahan tersebut dapat diraih dengan semangat yang membaja dan pantang menyerah serta semangat kepahlawanan


[1] Muhammad Arsyam, “Hari Pahlawan dan Tantangannya Bagi Pemuda”,2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *