Oleh: Eka Safitri, S.Pd

Apa yang terbayang jika mendengar kata NU ? sudah bisa dipastikan mereka sarungan, pakai peci, gokil punya dan selalu bahagia. Sesungguhnya NU itu punya cakupan yang sangat luas bukan hanya tentang sarungan yang identik dengan nuansa pondok pesantren semata. Nahdlatul ‘Ulama sebagai jamiyyah diniyah ijtimaiyah mempunyai beberapa tujuan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Nahdlatul Ulama (NU) melaksanakan usaha-usaha di berbagai bidang dan salah satunya yaitu dalam bidang pendidikan. LP. Maarif  NU menjadi salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama yang mengurusi bidang Pendidikan.

LP Ma’arif NU merupakan lembaga NU yang bergerak di bidang pendidikan dan pengajaran yang diharapkan mampu melakukan antisipasi terhadap gerakan Islam radikal.  Mengapa begitu? Belakangan ini kondisi keberagaman masyarakat Islam di Indonesia mulai bergeser dengan munculnya berbagai kelompok Islam baru, bahkan termasuk Islam radikal. Kelompok baru ini datang dengan membawa faham ideologi keagamaan yang dinilai berbeda dengan ideologi lokal, bahkan mempunyai jaringan internasional atau transnasional. Gerakan kelompok ini dipahami sebagai geraka politik internasional yang berusaha mengubah tatanan dunia berdasarkan ideologi yang dianutnya yaitu ideologi konsep murni Islam yang dikemas menjadi keras dan radikal.

Berdasaarkan hasil suvei Mata Air Fondation dan Alvara Research Center faham radikalisme yang dibawa kelompok Islam transnasional mulai masuk di kalangan muda khususnya mahasiswa dan pelajar. Perkembangan kelompok garis keras ini terhitung pesat karena selalu menyiapkan dan melatih kader-kadernya untuk terlibat dalam gerakan sosial misalnya menjadi aktivis dalam Lembaga-lembaga Pendidikan yang dianggap strategis untuk menyiapkan kader masa depan. Sebagai negara dengan basis masyarakat Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan khazanah termasuk didalamnya organisasi-organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul ‘Ulama (NU) yang mempunyai karakteristik Aswaja an-nahdliyah yang didalamnya berdapat nilai ideologi Islam moderat. Islam moderat mempunyai prinsip menghargai perbedaan serta menghormati orang lain yang memiliki hidup tidak sama.

Oleh sebab itu, keberadaan LP Ma’arif NU sangat diharapkan kontribusinya dalam mencetak generasi muda yang berfaham ahlussunnah wal jama’ah untuk membentengi diri mereka agar tidak mudah terseret dalam pemahaman kelompok Islam radikal. Lembaga pendidikan khususnya yang tergabung dalam Yayasan Ma’arif harus bisa menjadi jembatan untuk memasukkan nilai yang terkandung dalam Aswaja melalui pembelajaran Aswaja yaitu dengan mewajibkan mata pelajaran Aswaja dalam muatan lokal di setiap lembaga pendidikan dengan ketentuan kurikulum yang sudah ditentukan. Sehingga harapan kedepannya dengan mengenalkan Aswaja sejak dini dapat menjadi pondasi yang kuat bagi anak, mereka tidak hanya sekedar mengikuti akan tetapi mereka memahami akan faham Aswaja yang merupakan faham Islam murni dan berbeda dengan kelompok Islam lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *