Oleh: Siti Ngiyatul Lailiyah, S.Pd

MTs Syubbanul Wathon berdiri  tahun 2019 berdasarkan izin operasional nomor 1682 tahun 2019 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah tanggal 11 Juni 2019. Tepat di tahun ketiga berdiri, MTs Syubbanul Wathon menjadi sasaran visitasi akreditasi BAN-SM.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012 (pasal 1 ayat 2),  Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

BAN-SM tetap melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah tahun ini meski di tengah-tengah pandemi. Pelaksaaanya dilakukan dalam dua model, daring dan luring. Sebelumnya juga telah melaksanakan tahapan sosialisasi akreditasi atau instrument Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) untuk sekolah dan masdrasah yang menjadi sasaran akreditasi. Lebih jelasnya lagi berikut mekasnisme proses akreditasi yang telah dan sedang berlangsung di MTs Syubbanul Wathon.

Gambar 1. Alur Mekanisme Proses Akreditasi Sekolah/Madrasah (Sumber: .:–BANSM–:. (kemdikbud.go.id))

Adapun mekanisme akreditasi yang telah dan sedang berlangsung di MTs Syubbanul Wathon adalah sebagai berikut:

  • Penetapan Sasaran sekolah/madrasah

BAN-S/M menetapkan jumlah sasaran dan daftar satuan pendidikan yang akan diakreditasi di setiap provinsi berdasarkan database BAN-S/M. BAN-S/M melakukan validasi terhadap data sekolah/madrasah yang akan diakreditasi pada tahun berjalan. Validasi data dilakukan untuk memastikan bahwa sekolah/madrasah yang akan diakreditasi memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan untuk diakreditasi. Untuk memastikan bahwa sekolah memenuhi semua persyaratan, BAN-S/M berkoordinasi dengan Disdik Provinsi dan Kanwil Kemenag. Hasil validasi yang dilakukan BAN-S/M dikirim kembali ke BAN-S/M untuk ditetapkan sebagai sasaran yang akan diakreditasi pada tahun berjalan.

  • Sosialisasi dan penyampaian perangkat akreditasi

Keputusan BAN-S/M tentang kuota dan sasaran akreditasi disampaikan kepada sekolah/madrasah melalui BAP-S/M, Disdik dan Kanwil/Kankemenag. Sosialisasi ini terlaksana pada Kamis, 8 Juli 2021 melalui zoom yang diikuti oleh seluruh kepala dan operator madrasah.

  • Pengisian dan Pengiriman Instrumen Akreditasi

Sekolah/madrasah mengunduh dan mempelajari dokumen Perangkat akreditasi yang terdiri atas: (a) Instrumen Akreditasi, (b) Petunjuk Teknis; (c) Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung, (d) Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi.

Berdasarkan surat Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madarsah nomor 632/BAN-SM/TU/2021 tanggal 28 Juni 2021 tentang Pelaksanaan Akreditasi Sasaran Prioritas. Sekolah/madrasah mengisi Data Isian Akreditasi (DIA) secara daring melalui aplikasi SISPENA 2.0 dengan menggunakan user npsn dan passwordnya masing-masing paling lambat 20 Juli 2021. Data isian yang dimaksud antara lain (a) instrumen akreditasi, (b) instrumen pengumpulan data dan informasi pendukung, sesuai kondisi riil sekolah.

Instrument akreditasi ini terdiri atas 35 butir yang merepresentasikan empat standar penilaian pendidikan yakni komponen mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah. Perinciannya yakni butir 1 sampai 11 mewakilli komponen mutu lulusan, butir 12 sampai 18 mewakili komponen proses pembelajaran, butir 19 sampai 22 mewakili komponen mutu guru, sedangkan butir 23 sampai 35 mewakili komponen manajemen madrasah. Keempat komponen tersebut harus tampak dalam instrumen pengumpulan maupun informasi pendukung yang dijabarkan dalam 58 dokumen.

  • Penetapan Kelayakan Sekolah/Madrasah dan Penugasan Asesor

BAP-S/M mengunduh dan mengevaluasi hasil isian akreditasi sekolah/madrasah dari Sispena S/M untuk menentukan kelayakan sekolah/madrasah yang akan diakreditasi. Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin bahwa sekolah/madrasah yang akan divisitasi telah memenuhi persyaratan kelayakan.

BAP-S/M mengirimkan hasil penetapan kelayakan untuk divisitasi kepada sekolah/madrasah dan menugaskan asesor untuk melaksanakan visitasi ke sekolah/madrasah yang memenuhi persyaratan.

Berdasarkan surat dari BAN-SM nomor  671/BAN-SM/TU/2021 tertanggal 21 Juli 2021 perihal persiapan pelasaknaan visitasi, MTs Syubbanul Wathon menjadi salah satu madrasah sasaran prioritas visitasi akreditasi tahun ini.

  • Visitasi Ke Sekolah/Madrasah

Visitasi adalah kegiatan verifikasi dan klarifikasi isian instrumen akreditasi, instrumen pengumpulan data dan informasi pendukung (IPDIP), mengacu pada petunjuk teknis pengisian instrumen akreditasi serta observasi kegiatan pembelajaran di kelas dan kondisi lingkungan sekolah/madrasah.

Persiapan visitasi akreditasi ini dimulai sejak kepala madrasah menyosialisasikan kepada para staf dab tenaga pendidik di MTs Syubbanul Wathon terkait dengan adanya akreditsai tertanggal 10 Juli 2021. Mulai dari menyiapkan berkas dokumen hingga menyiapkan ruangan.

Persiapan berkas dikoordinir oleh masing-masing tim sesuai dengan komponen standar penilaian. Dari 22 staff dan tenaga pendidik dibagai ke dalam empat tim, ada tim yang menyiapkan standar kelulusan, mutu guru, proses pembelajaran, hingga manajemen sekolah. Dokumen fisik yang disiapkan saat visitasi ini sama persis dengan Dokumen Isian Akreditasi (DIA) yang diunggah melalui SISPENA 02.

Persiapan kelengkapan informasi tiap ruang juga tidak ketinggalan, para staff dan tenaga pendidikan saling bahu-membahu untuk menata satu ruangan khusus yang akan digunakan untuk proses penilaian oleh asesor. Selain itu, juga memastikan bahwa setiap ruangan yang akan ditinjau tim asesor dalam keadaan siap dan sudah ada penanda ruangnya. Mulai dari ruang tamu, ruang kepala madrasah, ruang guru, ruang UKS, ruang BK, tempat salat, ruang kelas, laboratorium komputer, ruang perpustakaan, sekretariat organisasi siswa, gudang, hingga kamar mandi pastikan telah disiapkan dengan maksimal sebelum ditinjau tim asesor.

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-SM nomor 061/BAN-SM-JTG/VIII/2021 tertanggal 18 Agustur 2021, visitasi akreditasi di MTs Syubbanul Wathon dilaksanakan melaui luring selama dua hari yakni 25 Agustus – 26 Agustus 2021. Tim asesor visitasi akreditasi dari pengawas Disdikpora Temanggung yakni Sugianto, S.Pd., M.Pd dan Hemanto, S.Pd., M.Si.

Hari pertama visitasi akreditasi, tim asesor menyebutnya sebagai temu awal. Selain tim asesor, pengawas dari Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Drs H. Syaiful Faizin, M.Pd juga turut hadir mendampingi proses visitasi ini selama dua hari. Pada temu awal ini, Ketua Yayasan Syubbanul Wathon, KH. Ahmad Izzuddin, Lc., M.Si, juga turut menghadiri upacara pembukaan dan memberikan sambutan. Upacara pembukaan visitasi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini, berisi sambutan dari Kepala Madrasah, Ketua Yayasan, Pengawas Madrasah, serta sambutan dan arahan dari tim asesor.

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan visitasi ruang-ruang yang dikelola dan digunakan oleh MTs Syubbanul Wathon. Penilaian ruangan ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Secara umum teknik penilaian yang digunakan oleh tim asesor yakni dengan observasi, telaah dokumen, dan wawancara kepada empat komponen standar, perwakilan wali santri, dan beberapa siswa serta memberikan angket ke 140 siswa yang diisi secara daring.
Pada hari pertama visitasi akreditasi setelah temu awal dan observasi ruangan, Bapak Sugianto, S.Pd., M.Pd meninjau standar mutu guru dan manajemen sekolah, sedangkan Bapak Hermanto, S.Pd., M.Si meninjau standar kelulusan dan proses pembelajaran dilakukan pada hari pertama.

Keesokan harinya yakni hari kedua visitasi, tim asesor meninjau proses pembelajaran di dalam ruang kelas, dan kemudian melakukan wawancara kepada dua orang wali murid serta tiga siswa. Setelah itu melanjutkan telaah dokumen dengan Bapak Sugianto, S.Pd., M.Pd meninjau standar kelulusan dan proses pembelajaran dan Bapak Hermanto, S.Pd., M.Si meninjau standar mutu guru dan manajemen sekolah. Penutupan kegiatan visitasi akreditasi ini dengan kegiatan Temu Akhir yang berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Kini MTs Syubbanul Wathon masih dalam tahapan validasi proses dan hasil visitasi. Asesor yang telah selesai melakukan visitasi memberikan laporan kepada BAP-S/M. Laporan visitasi tersebut perlu divalidasi, untuk menjamin proses dan hasil akreditasi kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Masih ada dua tahapan proses yang dilakukan BAN-SM hingga akhirnya nanti hasil akreditasi disosialisasikan kepada masyarakat.

Berkat kegiatan akreditasi ini diharapkan menjadi pendorong dan dapat menciptakan suasana kondusif bagi perkembangan pendidikan di MTs Syubbanul Wathon dan memberikan arahan untuk melakukan penjaminan mutu madrasah yang bekelanjutan, serta terus berusaha mencapai mutu yang diharapkan.

2 thoughts on “Tahun Ketiga Berdiri, MTs Syubbanul Wathon Diakreditasi”

Tinggalkan Balasan ke Maya Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *