Oleh Zudha Rahma Nur Azizah, S.Pd.

Abstrak

Datangnya bencana Covid 19 yang kian meluas secara cepat mengakibatkan kematian yang tak terkendali. Oleh karena itu, untuk menghadapi wabah penyakit, khususnya bagian ASEAN diperlukan strategi agar tidak memperluas penularan penyakit. Respon siaga dalam menghadapi bencana sangat diperlukan. Mulai dari regional maupun antarnegara. Adanya virus baru menjadikan pasokan alat kesehatan seperti masker, sarung tangan, APD,  bahan pangan, dan lainnya menjadi sangat dibutuhkan. Anggota negara yang tergabung ke dalam ASEAN perlu mempersiapkan target pasokan secara merata.

Beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh anggota ASEAN memberikan kemudahan dalam menjalani tatanan hidup. Regulasi program kesehatan ditingkatkan secara serentak untuk memberikan jaminan bagi penduduknya. Selain itu, melalui organisasi ASEAN beberapa kerjasama dilakukan untuk memberantas pandemi Covid 19 secara efektif, hal ini bertujuan agar pandemi segera berakhir. Dengan demikian, sistem ekonomi banyak dilakukan pembaharuan seperti di Brunei, Vietnam, maupun Indonesia. Harapannya beberapa penetapan kebijakan tersebut dapat mempermudah dan membantu kehidupan penduduk ASEAN.  

Pendahuluan

Munculnya bencana Covid 19 bermula di Kota Wuhan yang diikuti pergerakan secara meluas di wilayah China. Hal ini tentu menjadi ancaman bagi negara lainnya, untuk dapat merespon hal tersebut beberapa Negara khususnya ASEAN memberlakukan beberapa kebijakan yang saling mendukung demi tercapainya tujuan bersama. Tujuan ini tidak lain dan tidak bukan adalah agar bencana yang sudah ditetapkan menjadi pandemi tersebut dapat segera selesai sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh berbagai negara ASEAN diantaranya yaitu pemberlakuan lockdown untuk berbagai wilayah rawan persebaran. Penutupan moda transportasi di beberapa wilayah secara total. Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan mencegah persebaran virus yang semakin luas di daerah masing-masing. ASEAN memberikan progress yang semakin maju untuk meningkatkan kerjasama antarnegara. Hal ini perlu untuk diperhatikan sejauh mana implikasi pencegahan maupun penanggulangan dapat diterapkan.

Memahami Makna Bencana

Indonesia merupakan daerah rawan bencana disertai dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Bencana menjadi musibah dan berkah bagi yang menerimanya, adanya bencana tersebut menyadarkan kita bahwa perlu adanya sinkronasi antara makhluk hidup, alam, dan Tuhanya. Akan tetapi dengan dibekali akal pengetahuan, manusia dapat melakukan proses pencegahan ataupun persiapan sebelum bencana tersebut terjadi. Menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007 bencana dapat diartikan sebagai rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam maupun non alam, dan manusia sehingga dapat menimbulkan kerugian, kerusakan lingkungan hingga pada korban jiwa, dengan ini bencana dapat dikategorikan menjadi tiga bagian diantaranya yaitu:

  1. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam diantaranya yaitu gempa bumi, gunung meletus, banjir, tsunami, angina topan, tanah longsor dan kekeringan.
  2. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh faktor manusia meliputi kerusuhan sosial, konflik sosial antar kelompok tertentu hingga pada kejadian teror. Seperti contoh, teror yang terjadi di halaman gereja wilayah Makassar.
  3. Bencana non alam merupakan bencana yang diakibatkan oleh serangkaian peristiwa oleh faktor non alam seperti gagal teknologi maupun wabah penyakit.

Menurut Departemen kesehatan Republik Indonesia, bencana adalah peristiwa atau kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan serta pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan dari beberapa pihak luar. Definisi lain dari bencana menurut WHO ialah setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia ataupun memburuknya derajat kesehatan serta pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat ataupun wilayah tertentu yang terdampak.

Bencana menurut Asian Disaster Redusction Center adalah suatu gangguan serius terhadap masyarakat yang menimbulkan kerugian secara meluas dan dirasakan baik oleh masyarakat, berbagai material dan alam dimana dampak yang ditimbulkan melebihi kemampuan manusi aguna mengatasinya dengan sumber daya yang ada. Sedangkan Parker berpendapat bahwa suatu bencana merupakan kejadian yang tidak disebabkan oleh alam maupun ulah manusianya akan tetapi termasuk pula di dalamnya merupakan imbas kesalahan teknologi yang memicu respon masyarakat, komunitas, individu maupun lingkungan sekitarnya. Segala bencan dapat menimbulkan kerusakan ataupun perubahan tatanan hidup masyarakat yang tidak normal pada semestinya. 

Tidak dapat dipungkiri jika bencana sering terjadi di setiap wilayah Indonesia seperti gempa bumi, tsunami, kebakaran, wabah penyakit dan lain-lain. Beragam bencana yang di hadapi tentu membawa kerugian akan tetapi manusia masih dapat hidup aman dan nyaman asalkan dapat mengelola bencana dengan baik dan melakukan usaha dalam menangani dampak yang diberikan, sehingga dari bencana tersebut kita dapat meminimalisir bahaya maupun kerugian kerusakan. Dengan ini diperlukan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana dengan baik, perlunya meninjau upaya sebelum terjadinya musibah. Kesiapsiagaan dapat diterapkan terutama di wilayah yang beresiko besar terjadi bencana. Dalam penerapannya tidak hanya mengandalkan pihak pemerintahan saja akan tetapi ikut melibatkan komponen lain seperti bidang kesehatan dan masyarakat khusunya.

Memaknai Wabah Penyakit

Penyakit menular atau yang sering disebut dengan wabah merupakan kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang secara garis besar penderita mengalami peningkatan yang pesat dibandingkan pada keadaan sebelumnya dan dapat menimbulkan suatu malapetaka. Sumber terjadinya wabah penyakit tersebut dapat didasari oleh manusia, hewan, tumbuhan maupun benda lain yang tercemar oleh bibit penyakit sehingga dapat berkembang menimbulkan suatu wabah. Oleh karena itu, perlu pengklasteran daerah wabah dengan tepat agar dapat menetapkan penanggulangan atau upaya untuk memperkecil angka kematian dan penyebarluasan wabah penyakit ke daerah lainnya.

Menurut Soemirat (200: 23) endemi diartikan sebagai hadirnya penyakit menular di suatu daerah pada suatu waktu. Hal ini disebabkan oleh penularan virus makhluk biologis dari satu individu satu ke lainnya. Penularan tersebut dapat terjadi secara tidak sadar melalui makhluk organisme tersebut seperti bakteri, jamur, protozoa atau cacing. Endemi menyebar terjadi pada tiga dimensi yaitu agent, host serta lingkungan. Kesiapan imun yang berbeda setiap individu dapat menjadi salah satu faktor peularan penyakit tersebut secara cepat. Oleh karenanya perlu penangan khusus dalam menangani wabah tersebut dengan mengerahkan beberapa ahli maupun kerjasama antar elemen masyarakat.

Konsep penularan penyakit dari agent ialah dengan menularkan penyakit ke pejamu melalui udara, makanan dan kontak langsung. Pejamu akan tertular penyakit yang dibawa oleh agent melalui kondisi lingkungan yang tidak sehat. Lingkungan tersebut dapat menyebar ke berbagai lingkungan lain yang di dukung oleh mobilitas para individu maupun kondisi dari setiap lingkungan. Berbagai penyakit yang tersebar di kalangan masyarakat sangatlah beragam tingkat kondisi maupun distribusi penularan. Penyakit yang tidak tepat penanganan akan mengalami resiko yang lebih besar seperti halnya apabila terdapat luka yang tidak segera mendapat penanganan dan menjadi semakin parah dapat berakibat hingga kematian. Dari adanya endemi tersebut nantinya kita akan mempelajari bagaimana proses perkembangan hingga pada proses penanganan dan evaluasi dalam menanggulangi secara sigap dan tepat.

Respon ASEAN Terhadap Covid 19

Kejadian wabah penyakit Covid 19 pertama kali dilaporkan pada 31 Desember 2019 yang berasal dari China. Beberapa waktu kemudian terdapat beberapa negara melaporkan kasus serupa pada tanggal 11 Februari 2020 dan diikuti dengan persebaran pada berbagai wilayah lain di dunia termasuk Asia Tenggara. 13 Januari 2020 kasus tersebut dinyatakan sebagai suatu pandemi dengan intensitas kejadian luar biasa dan menimbulkan banyaknya kerugian baik secara materiil maupun immaterial.

Melansir dari Riaz Saehu Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemenlu RI bahwasannya Indonesia turut menyampaikan pandangan dan semangatnya untuk kembali menyehatkan masyarakat ASEAN. Presiden Joko Widodo memberikan usulan agar ASEAN dapat memanfaatkan mekanisme kerjasama ASEAN Plus Three atau APT. Tiga negara mitra meliputi Jepang, RRT, dan Korea telah berhasil menangani Covid 19, sehingga diharapkan dapat saling berbagi pengalaman sesuai dengan kapasitas yang dimiliki masing-masing. Berbagai kebijakan serta komitmen ditetapkan untuk menentukan kehidupan masyarakat ASEAN khusunya. Penanganan dari aspek ekonomi maupun sosial budaya secara menyeluruh ditujukan untuk hal penanganan bencana tersebut.

Kemajuan dari berbagai sektor kesehatan yang dilakukan oleh ASEAN diantaranya yaitu berbagi informasi dan pengalaman penanganan Covid 19 meliputi mitra wicara ASEAN yang diselenggarakan melalui webinar ASEAN Emergency Operations Centre (EOC) Network, untuk dapat saling menginformasikan secara real time sehingga dapat seakurat mungkin.

Beberapa bentuk kerjasama dapat terlihat pada bidang kesehatan untuk menyikapi Covid 19 tersebut. Badan sector yang menangani bidang kesehatan berada di bawah pilar kerjasama ASEAN melalui mekanisme pertemuan tingkat pejabat tinggi dan Menteri Kesehatan ASEAN yang dinamakan dengan Senior Official Meeting on Health Development (SOMHD) dan ASEAN Health Ministerial Meeting (AHMM). Meskipun pada tahap sebelumnya ASEAN telah mengalami beberapa bencana penyakit seperti H1N1, akan tetapi untuk kali ini negara ASEAN akan lebih memperkuat untuk meningkatkan upaya kerjasama dalam bidang kesehatan dengan memberlakukan strategi lama maupun beberapa inisiatif baru. Kerjasama bilateral maupun multilateral terus dilakukan untuk memberikan cara yang maksimal dalam penanganan Covid 19.

Adanya Regional public Health Laboratories Network (RPHL) dengan menjadikan Thailand sebagai pemimpin, dapat memberikan kemungkinan bahwa setiap anggota Negara ASEAN dapat mengakses laboratorium, dukungan secara teknis maupun material serta pengalaman dan pengawasan laboratorium. Dengan adanya hal tersebut diharapkan pandemi Covid 19 dapat dianalisa secara ilmiah untuk memberikan kajian solusi yang efektif.

Munculnya banyak berita palsu maupun hoaks yang muncul dipermukaan dapat memberikan dampak yang berlebih pada pandangan masyarakat, adanya ASEAN Risk Assessment and Risk Communicarion Centre (ARARC) diharapkan mampu untuk menegaskan pentignya resiko dalam mengelola kedaruratan kesehatan publik secara bijaksana, baik secara prefentif hingga pada pasca. Sehingga banyaknya berita yang beredar dapat dibuktikan secara kredibel keakurasiannya setiap waktu kepada khalayak masyarakat.

Negara-negara anggota ASEAN memberikan beberapa upaya dalam memberikan penanganan dampak Covid-19 terutama pada bidang perekonomian. Beberapa hal yang dapat dikategorikan ke dalam 5 hal dapat diuraikan sebagai berikut pertama, insentif pajak bagi bisnis terdampak khususnya para pelaku UMKM. Kedua, subsidi pada masyarakat berupa bantuan tunai, diskon tagihan listrik hingga pada bantuan tambahan bagi para tenaga kesehatan yang ikut dapat penanganan Covid 19. Ketiga, penangguhan pembayaran pajak atau pinjaman yang longgar sehingga pengembalian jatuh tempo diperpanjang. Keempat, pembebasan biaya atau penerapan biaya yang lebih rendah dair pemerintah. Kelima, Bank Sentral dapat menerapkan kebijakan penurunan suku bunga kepada nasabahnya.

Kebijakan khusus yang diterapkan pada beberapa Negara ASEAN yaitu melakukan penargetan utama kepada masyarakat. Seperti Brunei Darussalam dengan membolehkan penangguhan dana pension sedangkan Malaysia mengizinkan pengurangan iuran pension. Singapura memberikan penangguhan pinjaman dan biaya sekolah sedangkan di Vietnam sendiri pada sector perbankan menciptakan paket kredit senilai 12,3 million dollas AS khusus untuk kegiatan usaha. Hal ini diberikan kepada penduduk Negara untuk memberikan kemudahan dimasa pandemi covid 19.

Berbagai macam kebiajakn ynag diberikan kepada Negara anggota ASEAN oleh ASEAN Policy Brief diantaranya yaitu menggerakan semua piranti kebijakan makro, keuangan, serta structural yang tersedia, mempertahankan kapasitas ekonomi produktif, menjaga rantai pasokan tetap berjalan, memanfaatkan teknologi dan perdagangan digital, memperkuat jaringan pengamanan,, meningkatkan respon terhadap pandemi di tingkat regional serta mampu meningkatkan tekad memajukan integrasi regional.

Kesimpulan

Adanya bencana besar yang menimbulakan banyaknya korban jiwa dan sudah ditetapkan menjadi suatu pandemi, covid 19 memberikan banyak perubahan mulai dari sector ekonomi, sosial, maupun budaya. Uapaya yang diberikan sekaligus bentuk kerjasama antar ASEAN diharapkan dapat memberikan proritas penduduk Negara. Hal ini dapat dilihat dari beberapa organisasi ASEAN yang memberikan kelonggaran dan bantuan untuk masyarakat terdampak. Strategi dalam upaya prefentif dan pasca sudah banyak diterapkan untuk memberantas covid 19. Beberapa kesempatan yang diberikan oleh Indonesia khusunya diharapkan dapat benar-benar membantu masyarakat di masa pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *