Tegalrejo – Tahun baru Hijriyyah diawali pada 1 Muharrom atau biasa akrab disebut Jauharul Muharrom. Di bulan Harrom ini, sebaiknya kita memperbanyak beribadah kepada Allah untuk memperingati tahun baru Hijriyah. Seperti halnya kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren API ASRI Syubbanul Wathon. Jauharil Muharram di pesantren ini termasuk salah satu acara tahunan, yang biasanya diselenggarakan selama dua hari.

Pada tanggal 9 Agustus 2021 atau 30 Dzulhijah 1442, Ponpes API Asri mengadakan mujahadah akhir tahun bakda shalat Ashar dan berdo’a bersama menjelang awal tahun hijriyah setelah shalat maghrib.

Hari kedua, tepatnya 10 Agustus atau 1 Muharram acara dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an seluruh santri di aula Darul Afkar. Nasir selaku dewan qori’in mengkoordinir agar tadarus untuk santri Putra tingkat marchalah ula membaca dua juz per orang dan untuk tingkat marchalah tsaniyah sampai tsadisah  tiga juz per orang. KH Nasrul Arif selaku pengasuh Ponpes API ASRI menghimbau para santri untuk melaksanakan puasa sunah di hari tersebut.

        Setelah acara tadarusan selesai, kemudian sholat ashar berjamaah disambung khataman Al-qur’an bersama di masjid Fajar Falah. Pihak pesantren juga mengadakan buka bersama dengan menu yang berbeda dari biasanya. Tidak lain tidak bukan sebagai apresiasi kepada para santri yang telah melaksanakan serangkaian acara sekaligus sebagai wujud rasa syukur telah diberikan kenikmatan memeringati Jauharul Muharom.

              Tidak berhenti sampai di sini, bakda isya para santri kelas satu sampai kelas dua semua unit (MTs, SMP, dan SMK) mengikuti ijazahan amalan dari KH Nasrul Arif, diantaranya puasa daud, tilawatil quran, dan rowwot (tidak perkenankan makan yang berbahan dasar atau mengandung beras).

Acara puncak Jauharul Muharrom diselenggarakan pada tanggal 20 Agustus bertepatan dengan 10 Muhararom, yakni salah satunya santunan untuk anak yatim. Adapun kesunahan yang baik dilakukan pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa, memperbanyak amal shalih dan bersedakah sesama umat Islam. Tim redaksi: M. Nabil Admaja (21.01.B1), Abdi Maulana (21.01.B2), M. Wenda Ardan (21.01.B1), M. Fatah Al Mahbub (21.01.C1)||ed:Iz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *