Hubungan Kefasihan Membaca Al-Qur’an Terhadap Kecerdasan

Oleh Nasihatul Khoeriyah, S. Pd.I

Al-Qur’an merupakan kitab yang meliputi ajaran agama dan semua aspek pengetahuan bagi manusia. Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup bagi umat manusia agar kehidupan berjalan baik dan tidak bertentangan dengan ketentuan Allah. Maka, seorang umat muslim harus mampu membaca dan memahami kitab suci Al-Qur’an.

Berkaitan dengan Al-Qur’an, maka sebenarnya perlu diketahui bahwa Al-Qur’an mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa umat manusia. Secara umum pengaruh yang besar dari Al-Qur’an yaitu bisa menggetarkan hati, memberikan ketenangan, ketentraman, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menciptakan suasana damai, meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan dan mengatasi rasa takut.

Membaca Al-Qur’an tidak semata-mata ibadah demi mendapatkan pahala. Tujuan utama membaca Al-Qur’an adalah untuk mendapatkan petunjuk dan bimbingan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu dalam membaca Al-Qur’an lebih utama ketika membacanya dengan suara nyaring, tidak dalam hati saja. Karena kecerdasan manusia khususnya kecerdasan emosional dapat dibangun dan ditingkatkan melalui harmonisasi dalam alunan suara yang bernada. Karena alunan suara yang bernada akan memberi rangsangan positif pada bagian otak kanan manusia. Lebih dari itu, bahkan harmonisasi suara dapat mempengaruhi kondisi hati manusia. Hal itu menjadi alasan mengapa Nabi Muhammad SAW. menekankan pada umatnya perlunya membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah. Membaca dengan berusaha melantunkan sesuai dengan kaidah tajwid dan makhorijul huruf akan membawa seseorang mendapatkan ketenangan batin yang juga berarti meningkatkan kecerdasan emosional.

Didalam Al-Qur’an, aktifitas kecerdasan emosional seringkali dihubungkan dengan istilah kalbu. Oleh karena itu, kata kunci utama EQ di dalam Al-Qur’an dapat ditelusuri melalui kata kunci kalbu, jiwa, intuisi, dll.  Emosi yang cerdas dilihat pada sifa-sifat emosi positif dan emosi yang tidak cerdas pada sifat-sifat emosi negatif. Eksistensi kecerdasan emosional dijelaskan dengan jelas di dalam ayat-ayat Al-Qur’an seperti yang terkandung dalam surah Al-A’raf ayat 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf:179)

Ayat diatas menggambarkan kepada kita bahwa faktor kecerdasan emosional dapat terbentuk melalui membaca Al-Qur’an dengan memahami maknanya. Pandangan lama mempercayai bahwa tingkat kecerdasan intelektual merupakan faktor yang sangat menentukan dalam mencapai prestasi belajar atau dalam meraih kesuksesan hidup. Anggapan tersebut dipatahkan oleh Daniel Goleman seorang Psikolog dari Harvard University, menurutnya tingkat intelegensi yang tinggi tidak menjamin gengsi, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kesuksesan hidup. Ada kecerdasan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emosional membantu manusia untuk pengembangan diri atau membantu menentukan kapan dan dimana ia bisa mengungkapkan perasaan dengan tepat serta mengarahkan dan mengendalikan emosinya.  Peristiwa yang terjadi pada umumnya ketidakmampuan mengendalikan diri seperti mudah marah dan tersinggung, mudah menyalahkan orang lain, mudah stres ataupun yang lainnya. Oleh karena itu, kecerdasan emosional sangat dibutuhkan oleh setiap orang yang sangat rentan dengan tindakan-tindakan tidak terpuji. Mengingat pentingnya kecerdasan emosional bagi kehidupan manusia, maka dengan berlatih membaca Al-Qur’an secara fasih sesuai tajwid dan makhorijul hurufnya akan memberikan ketenangan, ketentraman, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menciptakan suasana damai, meredakan ketegangan saraf otak, dan mengendalikan emosi. Diharapkan manusia dapat menjadi orang cerdas emosional dalam kehidupannya.

*penulis adalah Pembimbing Madrasah Tsanawiyah Syubbanul Wathon mengampu mata pelajaran Quran Hadist dan Aswaja

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*